Pengurus Wilayah Perkumpulan Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PW PPIAUD) Jawa Timur dan Bali sukses menyelenggarakan agenda komprehensif bertajuk “Workshop Bedah Instrumen Akreditasi LAMDIK 3.0: Optimalisasi Dokumen Mutu dan Kinerja Program Studi PIAUD” yang dirangkaikan secara terpadu dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antar-prodi pada Sabtu (5/9/2026). Berlokasi di Ruang Pusat Studi Jawa Timur, Gedung Pascasarjana Universitas Islam Malang (UNISMA) Lantai 3, kegiatan ini dihadiri oleh puluhan delegasi Ketua Prodi, Sekretaris Prodi, pengelola penjaminan mutu, hingga dosen PIAUD dari berbagai perguruan tinggi se-Jawa Timur dan Bali.
Penyelenggaraan agenda terpadu ini dilatarbelakangi oleh tuntutan pemenuhan standar mutu nasional serta kebutuhan integrasi data dukung akreditasi. Selain dibekali pemahaman teknis terkait kriteria LAMDIK 3.0 terbaru, seluruh pengelola prodi diajak untuk langsung memperkuat jejaring kemitraan guna memenuhi bobot Kriteria Kerja Sama kelembagaan.

Pemetaan Sembilan Kriteria dan Integrasi MoU Antar-Prodi
Kegiatan yang berlangsung intensif setara 32 Jam Pelajaran (JP) ini menghadirkan Dr. Alfiana Yuli Efiyanti, M.A., Asesor LAMDIK sekaligus Dosen FITK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sebagai narasumber utama, dengan dipandu oleh Sandy Tegariyani Putri S., M.Pd. selaku moderator, Dosen PIAUD UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Sesi diawali dengan prosesi penandatanganan MoU antar-prodi PIAUD untuk membuka ruang kolaborasi Tridharma Perguruan Tinggi, seperti pertukaran mahasiswa, guest lecturer, hingga riset dan pengabdian masyarakat bersama.
Di sela-sela pembukaan kegiatan, Wakil Ketua PPIAUD sekaligus Kaprodi PIAUD UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menegaskan pentingnya menyatukan penguatan dokumen internal dengan jaringan kerja sama eksternal.
“Instrumen LAMDIK 3.0 menuntut bukti nyata dari tata kelola mutu akademik dan implementasi kerja sama yang berdampak. Melalui penggabungan workshop bedah instrumen dengan penandatanganan MoU, PPIAUD Jatim-Bali memfasilitasi prodi agar tidak hanya siap secara penyusunan borang, tetapi juga langsung memiliki payung kerja sama resmi untuk memperkuat Kriteria Kerja Sama menuju predikat Unggul,” ¾ Akhmad Mukhlis, M.A

Meningkatkan Akurasi Laporan Evaluasi Diri dan Implementasi Kerja Sama
Usai prosesi penandatanganan kerja sama, kegiatan dilanjutkan dengan bedah mendalam terhadap sembilan kriteria akreditasi LAMDIK 3.0. Para peserta dibimbing langsung untuk menyelaraskan Laporan Kinerja Program Studi (LKPS) dan Laporan Evaluasi Diri (LED) dengan data dukung yang sahih.
Narasumber utama menekankan bahwa keberadaan MoU yang ditandatangani antar-prodi dalam forum ini akan sangat membantu ketercapaian kriteria akreditasi.
“Tantangan terbesar prodi dalam LAMDIK 3.0 adalah menyajikan data dukung yang selaras antara evaluasi diri dan bukti fisik di lapangan. Kesepakatan MoU kolektif ini menjadi poin penting karena bisa langsung ditindaklanjuti menjadi Implementation Arrangement (IA) teknis, sehingga data kerja sama prodi menjadi valid dan meyakinkan di mata asesor,” Dr. Alfiana Yuli Efiyanti, M.A.

Melalui agenda terpadu ini, diharapkan seluruh prodi PIAUD di bawah naungan PW PPIAUD Jatim-Bali memiliki kesiapan teknis yang matang sekaligus jejaring kemitraan yang solid dalam menghadapi siklus akreditasi perguruan tinggi.








Tinggalkan Balasan